Beberapa Kesalahan Dalam Gerakan Shalat

Sahabat Yumnaa | Kali ini kita akan membahas beberapa kesalahan dalam gerakan shalat yang sering terjadi. Diantaranya baik disengaja ataupun tidak.Tentu saja semua kesalahan-kesalahan ini bisa menyebabkan shalat kita tidak syah. Berikut uraiannya ;

1. Kesalahan Dalam Melakukan Tuma'ninah Dalam I'tidal

Tuma'ninah
Banyak sekali orang yang melakukan kesalahan ketika Tuma'ninah (diam sejenak) dalam I'tidal. Tuma'ninah ketika I'tidal adalah salah satu rukun shalat.
Baca Juga  :
Ingatlah arti dari Kata Tuma'ninah yaitu diam sejenak, seukuran mengucapkan kalimah " Subhanallah ", maka ketika kita melakukan I'tidal hendaklah badan dalam posisi tegap serta seluruh anggota badan diam termasuk tangan. Karena banyak sekali diantara kita, ketika bangkit dari ruku'  dan hendak melaksanakan I'tidal  posisi tangan masih berayun-ayun. Perhatikan gambar diatas. Ketika bangkit dari ruku' lalu mengucap " Sami' Allahu liman hamidah", maka hendaknya tangan kita segera diluruskan jangan sampai berayun-ayun, karena jika barayun-ayun tidak dikatakan Tuma'ninah (diam sejenak).

2. Kesalahan Dalam Melakukan Sujud

Anggota Badan Yang dipakai Untuk Sujud

Banyak anggota badan yang kita miliki namun tidak semua anggota badan harus menanggung sujud kita. ada tujuh bagian yang harus menempel dengan lantai atau sajadah dimana tempat kita sujud. Ini merupakan syarat sujud yang diterima oleh Allah. Bagian bagian itu akan kami kupas dibawah ini. Tunggu sebentar ada beberapa cerita dimana seseorang bersujud namun pikirannya kemana-mana, misalnya lagi kehilangan uang dan lain sebagainya sehingga saat sujud malah yang teringat adalah barang yang sedang hilang. Bagaimana sholatnya? Sah atau tidak). Jawabanya adalah sah walaupun pikirannya kemana-mana).

Berikut ini tujuh anggota badan yang masuk kategori syarat sahnya sholat.
  1. Dahi : Anggota badan yang posisinya tepat diatas hidung ini harus menempel pada lantai atau sajadah. Jika hidungnya tidak menempel lantai atau sajadah maka sholatnya tetap sah. Yang terpenting Dahi benar-benar menempel pada lantai atau sajadah dengan sedikit ditekan. Seandainya sujud diatas bantal, maka bantal tersebut terlihat bekas tempelan dahi tadi. Jadi ingat sekali lagi jangan mohon untuk difahami. Dahi menempel, hidung tidak.
  2. Telapak Tangan Kanan : Telapak tangan kanan memiliki 5 jari, telapak yang warnanya putih maka itu yang dinamakan telapak tangan. Kemudian belakang telapak tangan agak terlihat coklat tua. Jadi Nanti yang harus menempel di lantai atau sajadah adalah telapaknya.
  3. Telapak Tangan Kiri : Begitu juga bagi telapak tangan kiri seperti halnya telapak tangan kanan. Telapak tangan kiri harus benar-benar menempel di lantai atau sajadah. untuk kedua telapak tangan diatas harus menempel tepat dibawah dada menghadap kebawah (bagi Kaum Wanita) dan menempel di kanan dan kiri badan bagi kaum Laki-laki. Jadi agak lebar.
  4. Lutut Kanan : Lutut dalam bahasa jawa dinamakan dengkul. Lutut ini harus menempel pada lantai saat sujud. Tidak boleh diangkat saat seseorang sedang sujud. 
  5. Lutut Kiri : Begitu juga dengan lutut kiri juga harus menempel pada lantai atau sajadah saat sujud.
  6. Telapak Jari Kaki Kanan : Telapak jari kaki kanan dalam hal ini bukan telapak secara keseluruhan, itu tidak mungkin saat orang sedang sujud. Yang dimaksud telapak jari itu adalah jari kaki harus di tekuk, artinya telapak jari menempel lantai atau sajadah. Minimal satu jari yang menempel. Jadi yang menempel bukan punggung telapak kaki tapi bawah telapak kaki (telapak Jari). Kalau dalam bahasa jawa itu istilahnya Mancat (lihat gambar posisi yang benar). Jadi yang namanya mancat itu seolah seperti orang yang melakukan start untuk lomba berlari.
  7. Telapak Jari Kaki Kiri : Sama dengan nomor enam, bahwa telapak jari kaki harus mancat atau ditekuk sehingga jari-jari menghadap kiblat.
sujud salahsujud benar











PENTING...!!!
Jika kita terhalang udzur bagaimana. Misalnya ;
1. Kaki kita sedang sakit sehingga tidak bisa ditekuk. Maka tidak Masalah.
2. Jika hidungnya tidak menempel lantai atau sajadah Tidak Masalah.
3. Jika tangan kiri normal dan tangan kanan tidak normal, dan begitu sebaliknya maka Tidak masalah.
4. Rambut pada Dahi tidak boleh menutupi dahi walaupun hanya satu helai rambut. Jika tertutup Sholat anda Tidak Sah.
5. Serban yang dikalungkan di leher juga jangan sampai menghalangi sujud, jika serban anda terkena dahi anda maka sholat anda tidak sah. Kecuali serban anda tidak anda kalungkan di leher tapi dipakai untuk sajadah maka boleh anda sujudi.
6. Jika anda sholat di atas sandal maka lepaslah sandal anda. Jadi kaki jangan dimasukkan kedalam jepit.
7. Jika anda sholat menggunakan sepatu, lepaslah epatu anda dan sholatnya diatas sepatu.

3. Aurat Terbuka Saat Melakukan Sujud


Aurat terbuka
Bagi anda kaum pria, pernahkah kalian shalat menggunakan kaos dan celana jeans seperti diatas??? 
Kesalahan dalam shalat yang ketiga yaitu terbukanya aurat saat melakukan sujud, hal ini biasa terjadi pada pria. Perlu diketahui bahwasanya Had atau batas aurat bagi laki-laki yaitu antara pusar dan dengkul/lutut, sedangkan aurat wanita dari ujung rambut hingga kaki.

Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَإِنَّ مَا تَحْتَ السُّرَّةِ إِلَى رُكْبَتِهِ مِنَ الْعَوْرَةِ
Karena di antara pusar sampai lutut adalah aurat.

Dan Riwayat dari Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ما فوق الرّكبتين من العورة ، وما أسفل السّرّة وفوق الرّكبتين من العورة
Apa saja yang di atas lutut merupakan bagian dari aurat dan apa saja yang di bawah pusar dan di atas lutut adalah aurat.”.

Kebanyakan dari  laki-laki, mereka shalat menggunakan baju pendek atau kaos dan celana panjang atau Jeans, sehingga ketika melakukan gerakan sujud baju mereka terangkat, sehingga bagian pinggang  bahkan mohon maaf (Pantat) mereka terbuka. Tentu saja ini menyalahi salah satu syarat syah shalat, yaitu menutup aurat. Sehingga jika terjadi demikian (terbuka aurat) maka batal shalatnya.

Disempurnakan dari : www.cintapustakaislam.web.id